Kategori: Kajian

Tukang dusta di akhir zaman

Tukang Dusta dan Nabi-Nabi Palsu di Akhir Zaman

Hadits-hadits ini merupakan bukti mukjizat Rasulullah yang mengabarkan munculnya nabi-nabi palsu menjelang akhir hayat beliau, seperti kemunculan Musailamah di Yamamah dan Al-Aswad Al-Unsi di Yaman. Kemudian setelah beliau wafat, tepatnya pada masa Khalifah Abu Bakar, fenomena ini terus berkelanjutan dengan munculnya Sajah At-Tamimah dari Bani Tamim dan Thulaihah bin Khuwailid dari Bani Asad.

Kecaman terhadap riba

Kecaman Keras terhadap Para Pemakan Riba

Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, (harus) sama jenis dan jumlahnya, kontan dengan kontan. Barangsiapa yang menambah atau meminta tambahan, maka ia telah makan riba, yang menerima maupun yang memberi sama saja.'” (HR. Bukhari – Muslim)

Hakikat rusaknya riba

Delapan Hakikat Pandangan Islam terhadap Sistem Riba

Hakikat kedua, sistem riba merupakan malapetaka terhadap kemanusiaan yang bukan hanya dalam bidang keimanan, akhlak, dan pandangannya terhadap kehidupan saja. Tetapi, juga di dalam dasar kehidupan ekonominya. Sistem riba merupakan sistem terburuk yang menghapuskan kebahagiaan manusia dan menghambat pertumbuhannya sebagai manusia yang seimbang. Kendatipun, ada kesan yang menipu, yang tampak seolah-olah sistem ini membantu pertumbuhan ekonomi umum.

Rusak dan haram riba

Rusaknya Riba dan Kewajiban Umat Islam untuk Meninggalkannya

Berbeda dengan sedekah, riba adalah sesuatu yang menyeramkan dan keji. Sedekah adalah pemberian dan kelapangan dada, kebersihan dan kesucian, tolong-menolong dan solidaritas. Sedangkan, riba adalah kebakhilan, kekotoran, kerakusan, dan mementingkan diri sendiri. Sedekah adalah memberikan harta tanpa mengharapkan imbalan dan balasan. Sedangkan, riba adalah pelunasan utang dengan disertai tambahan yang haram dan diambil dari tenaga yang berutang atau dagingnya.

Langkah Kaki Menuju ke Masjid Dihitung sebagai Langkah Kebaikan di Sisi Allah

“Seandainya kamu membeli keledai yang dapat kamu naiki ketika hari masih gelap atau ketika terik?” Ia menjawab, “Aku tidak ingin rumahku dekat dengan masjid, karena aku ingin setiap langkahku berangkat ke masjid dicatat sebagai kebaikan, begitu pula langkah-langkah kepulanganku,” kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah mengumpulkan semua catatan itu bagimu.”

Larangan Bermain Kerikil (atau Handphone di Zaman Sekarang) saat Mendengar Khutbah Jum’at

Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian mendatangi shalat Jum’at, memperhatikan khutbah dan diam, maka diampunilah dosa-dosa yang dikerjakan antara hari itu sampai hari Jum’at berikutnya, ditambah tiga hari berikutnya. Dan barang siapa yang mempermainkan kerikil pada khutbah maka sia-sialah (shalat) Jum’atnya.

Tawasul kepada Allah dengan Amal Shalih

Gua itu adalah sebuah rongga yang ada di gunung yang dapat dimasuki manusia untuk tidur di dalamnya atau berteduh dari sengatan panas matahari dan sebagainya. Mereka masuk ke dalam gua itu karena mereka ingin bermalam di dalamnya, namun tiba-tiba ada batu besar menggelinding dari gunung hingga menutupi pintu gua itu dan mereka tidak bisa menggesernya karena ukuran batu itu yang sangat besar. Lalu mereka berpikir untuk bertawasul kepada Allah dengan amal shalih mereka.

Diangkatnya Ilmu sebagai Salah Satu dari Tanda-Tanda Akhir Zaman

Demikian juga mencari dunia dengan ilmu merupakan salah satu sebab diangkatnya sebuah ilmu. Artinya, ilmu tersebut dilipat oleh mereka yang mempunyainya dan digunakan sebagai sarana untuk mencari nafkah dengan menukar ilmunya untuk mendapatkan kesenangan dunia. Kecenderungan yang seperti inilah umat Islam sedang diuji sekarang ini sekaligus merupakan penyakit yang paling berbahaya. Sebab para ulama adalah rujukan terpercaya dalam soal agama sehingga sudah semestinya mereka ini hanya menjual ilmunya kepada Allah dan demi kejayaan agama-Nya.